Feb 29, 2012

(daily) kabisat dan new march


hari baru di bulan yang baru..
20 menit yang lalu gue melakukan aktifitas di twitter dengan berkicau mengenai apa saja yang terjadi selama 4-5 tahun yang lalu..

gue merefresh semua kegiatan, kejadian, pengalaman yang pernah gue rasakan selama 20 menit dan gue menghasilkan sekitar 10-15 tweet.. hehehhe..

waw itu merupakan hasil yang lumayanlah, tapi gue gak tahu apa kata-kata yang gue pake itu uda bener atau gak..

gue membuat itu dengan melupakan tugas kuliah gue. bukan bermaksud untuk melupakan namun gue sangat amat malas untuk mengerjakan tugas itu. apalagi kalau berhubungan dengan tulis menulis. PLIS jauhkan dari gue.. untuk menulis blog begini aja memerlukan pengumpulan niat yang sangat panjang. tadinya tiap hari gue pengen menulis di blog ini supaya kemampuan menulis gue semakin berkembang dan tidak stuck di sini-sini aja. eh tapi karena gue adalah orang pemalas, jadi beginilah. blog ini jarang ada isi. sekali ada isi, itu bisa berhari-hari dan kalo lagi males ampe berbulan-bulan blog ini gak ada post baru.

gue uda mulai kebiasaan membaca gue tapi belum sampai kayak dulu yang gue bisa meghabiskan sekaligus semua buku yang gue pinjam di rental.
gue juga mulai bertekad untuk mengubah blog ini dengan menambah isinya mengenai seputar korea *hal yang gue sukai* dan jurnalis maupun broadcasting *hal yang gue pelajari*. selain itu seputar akan agama gue.. hehehe... semoga ini terwujud. inilah wish gue di bulan yang baru ini...

selain itu wish gue yang kedua yaitu bisa menjalani hari-hari dibulan ini dengan semangat dan mengikuti jadwal perkuliahan dengan baik.. wish gue yang terakhir dibulan ini, gue mendapatkan seorang teman untuk curhat. just that. hahahah

Feb 28, 2012

(Daily) 10000+4000.. makan atau gak ya?! ato ngutang?

Miggu kedua kuliah dan hari kedua di minggu ini namun menjadi pertemuan pertama untuk mata kuliah di hari ini. Dosen yang sama seperti semester lalu di salah satu mata kuliah jurnalistik. Sejauh ini dia masuk dalam kategori dosen yang kredibel dan TIDAK pelit nilai. Poin terakhir adalah poin yang terpenting.. Wkakakakak...
Oke itu gak penting..

Hari ini gue menjalani hari dengan duit di dompet 10.000 rupiah dan di atm tidak ada duit. Di flash kosong dan di dompet yang biasa gue gunakan untuk naruh duit angkot pun hanya ada 4.000 rupiah.. What a day!
Di ajak ke sms membuat hasrat untuk makan muncul dimana gue sebenarnya gak lapar. Saat nemenin andreas dan caca makan di doner kebab itu pun gue gak laper. Tapi saat makan itu datang dan terkena scan mata gue, gue pun jadi pengen makan.. Tapiii *lagi* gue gak punya duit.
Yahhhh di tawarin untuk ngutang ke ndee dulu tapi kutu kupretnya, gue itu gak mengijinkan untuk ngutang. Ntahlah, gue sendiri bingung kenapa gue tidak berkata iya untuk meminjam uangnya dulu. Tapi ada baiknya juga gue bilang tidak karena gue jadi gak ada utang dhe ama ndee.. Wakakakakakaak.. Gak perlu ngutanglah untuk makan jika masi belum terlalu lapar.. Tahan sebisanya aja. Jika uda benar-benar gak bisa ditahan dan perlu makan, beli makanan yang sesuai dengan duit yang ada.. Wkwkwk..
Akhirnya duit yang ada gue belanjakan untuk membeli koran sebanyak 6 buah untuk mengerjakan tugas besok.
Eh, uda beli banyak koran sekarang gue malah tiduran, selimutan, nulis post blog. Korannya gue lempar begitu saja di lantai. Emang gue gak niat ngerjain, apalagi masuk besok.. Haaaaa..

Feb 24, 2012

letter for u. my bestfriend..

Hai lek. Apa kabarmu? Semoga baik dan berjalan dengan lancar kuliahnya.
Ah gue baru inget kalo u tak mau dipanggil lek lagi. Sorry.. My habbit.
Gue ingin menjelaskan sesuatu.

Saat jalan ber3 kemaren dan maksud sms gue bukan untuk ngecuekin u atau bagaimana. Gue pun gak tahu apa yang u pikirkan saat u membaca sms gue. Gue berusaha untuk ngajak u ngomong.
Pertama saat kita ketemu gue merasa bahwa gue harus bilang halo sama u, namun yang kejadian gue malah teriak keras buat manggil nila. Uda gitu gue hanya tersenyum ngelihat u.
Saat dimobil u pun gue pengen ngajak u ngomong dengan berbicara soal jadwal semester gue yang gak banget dan dimana dosen yang ngajar gue pun gak banget, tapi melihat u hanya diem aja gue pun mengurungkan niat gue. Di saat u balikin novel gue pun, gue pengen ngajak ngomong tapi saat itu bukan waktu yang tepat karena u ngobrol ama giegie.
Saat sampe giegie nanya apakah gue mau nonton apa gak, u pun hanya diem aja.
Saat kita makan u mulai bertanya hal kecil sama gue, tapi saat itu gue merasa hal lain yaitu gue merasa ini canggung banget. Dan gue merasa gak nyaman dengan situasi saat itu. Gw akhirnya bbm ke lusi dan mengatakan apa yang sedang terjadi.
Tapi rasa canggung itu makin lama makin membuat gue semakin capek dan jadi memikirkan apa pun yang bisa gue pikirikan yang akhirnya gue mengeluarkan penrnyataan soal kelompok geek.
Mungkin kesalahan gue kenapa gue gak langsung ngomong aja gitu di depan tapi yang gue lakukan malah bbm giegi. Ntahlah, gue pun bingung.

Saat di bucks, u mulai bertanya soal talent u, gw pun menjawab seadanya. Dan abis itu diam saja. Dan pada saat itu gue berpikir yah biarlah itu menjadi momen.
Saat di XXI, u duduk dan gue malah nunggu giegie di depan toilet. Saat itu gue mau nyamperin itu, tapi tersadar jika gue nyamperin u apa yang harus gue bicarakan. Apakah hanya diem aja? Atau gue mulai berbicara akan suatu hal? Tapi hal apa? di otak gue berpikir keras untuk menemukan jawabannya tapi tak ada yang keluar dan gue mengurungkan niat gue untuk menghampiri u. I'm sorry..

Saat dimobil mau ke kampus, di situ gue ingin memulai percakapan, tapi keberanian gue ternya hanya segede biji kacang hijau. Gue hanya bisa memikirkannya tapi tidak gue keluarkan. Haaa poor me.

Di lorong function hall, saat gue berdua aja sama u pun hanya diam saja yang terjadi. Di saat itu gue memikirkan untuk ngajak u bicara apa.


Setelah itu gue merasakan bahwa gue bego banget menyianyiakan waktu.
Saat ini gue merasakan untuk bisa ngomong banyak sama u. Tapi saat gue berhadapn langsung dengan u tidak ada satu pun yang keluar. Betapa bodohnya gue tidak memanfaatkan waktu dengan baik.


Kadang gue merasa bahwa u gak mau gue ganggu. Kadang gue merasa u memperhatikan gue. Kadang gue merasa bahwa gue itu sangat annyoing.
Inget gak saat gue u sms gue bilang "tadi bilang butuh, eh pas di tanya malah bilang gak apa2. Bla bla bla" kalau u inget, bearti seharusnya u baca balesan gue.
setelah gue bales begitu u pun gak ngomong apa-apa lagi. U gak menanyakan apa-apa dan itu berlalu begitu saja. Sejak saat itu u tau gak, gue terpuruk kembali. Gue menyadari satu hal bahwa gue kehilangan satu sahabat yang biasa ada untuk gue dan yang akan memberi gue courage saat gue senang atau sedih. Gue kehilangan dia dan betapa bodohnya gue karena gue baru menyadarinya saat itu.
Saat itu pun gue mulai berjalan terseok-seok sampai gue kembali bertemu dan jalan bareng sama u kemaren itu. Gue senang bisa jalan, tapi ada satu hal yang paling gue takutkan yaitu gue takut akan sikap u.

Gue tahu mungkin gue ini orang yang sangat menggangu, namun gue masih mengharapkan satu hal yaitu hadirnya u sebagai seorang sahabat. U bisa aja tidak menganggap gue demikian namun di hati gue, u sudah gue anggap sahabat bahkan sodara.
Gue gak tau u menganggap gue apa selama ini..
Kejadian demi kejadian mungkin sudah menjawabnya. U pun sudah pernah menjawabnya.
Tapi jauh di lubuk hati gue pertanyaan itu tetap tertancap sangat erat.
Maukah u jadi sahabat gue lagi?
Mau gak u denger keluh-kesah gue lagi?
Mau gak u jadi teman yang bisa gue cari saat senang maupun sedih?

(daily) cry all day! g

Menangis dipagi hari membuat kita capek dan merasa lama untuk menjalani hidup.
Gue merasakannya sendiri. Hari ini, gue memulai hari dengan menangis. Menangis dari pagi hingga tengah hari dan bukan kukeluarkan dengan air mata namun hanya kupendam dalam hati. Ini membuat gue capek duluan untuk menjalani kegiatan hari ini.
Menahan air mata untuk di menetes itu sangat melelahkan apalagi jika ada dilingkungan rumah. Tidak bisa kubiarkan air mata ini menetes dan membuat orang disekitar gue khawatir.
Sisa hari gue lalui dengan menonton dan bermain bersama dedek gue agar bisa melupakan rasa sesak di dada. Membantu di awalnya tapi disaat di tinggal sendiri rasa sesak itu datang kembali.
Capek.
Selain itu aku seperti dikejar-kejar mimpi buruk. Aku tidak tahu mengapa ini terjadi?! Hanya bisa berserah.

Capek. Lahiriah dan badaniah. Luar dan dalem.
Tidak punya tempat untuk bersandar, untuk berbagi cerita. Tidak ada orang lagi yang bisa menghibur walau hanya leklek yang ada di otak gue untuk berbagi.
Gue terlalu cupu, cemen aka takut untuk memanggil dia dan mengajak dia untuk mendengarkan curhat gue. Apalagi setelah sms gue terakhir. Dan karena ini gue berpikir untuk membuat surat untuknya.
Kemungkinan untuk dia baca 0,1% tapi aku akan mencoba 0,1% ini.

Wish my luck for this..

HIM, my GOD

sesaat gue melupakan satu hal yang terpenting kenapa gue hidup di dunia ini?
sesaat gue melupakan kemanakah gue harus melangkah dan kemanakah gue harus menuju?
saat itu pun gue menulis post "Direction" dan setelah itu gue mendapat pencerahan. yah sebuah jawaban dimana itu membuat gue kuat, yang membuat gue bisa menlanjutkan jalan kehidupan gue dengan mantap.

jawaban dari semua pertanyaan itu adalah DIA, Tuhan Yesus.
gue hidup karena sebuah alasan dimana DIA memberi gue tugas penting untuk gue selesaikan. gue harus melangkah mendekat kepadaNya. gue harus menuju ke tempat dimana DIA berada.
sering kali gue melupakan hal ini. sering kali pula aku menjauh dariNya, namun menurut yang gue pelajari dan yang gue tahu bahwa IA tidak pernah jauh dariku. selalu besertaku.
TAK pernah IA sekalipun meninggalkan gue saat gue susah maupun saat gue senang.
IA selalu menjagaku 24 jam dalam 7 hari.
IA selalu memelukku jika diriku dalam kesedihan dan kesusahan.
IA selalu bersedia mendengarkan curhatku 24 jam dalam 7 hari.
IA tidak pernah kemana-mana.
namun apa yang gue lakukan? gue malah menjauh dariNya. gue malah melupakanNya. mungkin lebih banyak gue melupakanNya, lebih banyak gue meninggalkanNya sendiri.
IA seperti gue. IA pun ingin ditemani, ingin diingat oleh anaknya sendiri. IA ingin di cari. IA ingin gue berpegang kepadanya. IA ingin gue percaya kepadanya bahwa tidak ada yang mustahil.

gue harus mulai belajar untuk selalu dekat denganNya di berbagai situasi dan keadaan.
gue harus mulai belajar untuk kembali berpegang kepadaNya.
sudah cukup hampir 2 tahun ini gue melalang buana sendirian di tengah dunia ini. gue harus bisa kembali kepadaNya.
2 tahun dimana gue berjalan sendiri, namun IA tidak pernah melepasakan gue sendiri. gue sadar bahwa 2 tahun ini gue tidak pernah jatuh sampai terpuruk. seterpuruknya gue, selalu ada titik cerah di belakangnya. selalu ada kebaikan buat gue.

Thanks GOD..

untitled

menangis.
teriak.
sudah tidak ada yang bisa ku lakukan untuk membuat temanku itu kembali.

kangen..
jauh...
tidak tersampaikan..

dekat..
tidak bisa ngobrol..

gue kangen sama lu cai. :(

Feb 20, 2012

direction

Aku berjalan kedepan tanpa tahu apa tujuanku. Berjalan tanpa arah layaknya anak ilang.

Kusadari jika aku seperti ini aku tidak bisa bertahan lama dengan kejamnya dunia luar. Aku pun akan cepat jatuh dan susah untuk bangkit kembali.

Aku tak punya fondasi yang kuat untuk berjalan menapakki kehidupanku kedepan.

Aku terlihat memandang kedepan, namun jauh disana aku hanyalah menerawang jauh, sangat jauh kedepan tanpa tujuan yang jelas.

Aku akan mudah kehilang arah jika tetap seperti ini. Aku akan mudah terpengaruh. Namun, aku pun tidak bisa berbuat banyak. Aku belum tahu apa yang sesungguhnya terjadi dan langkah apa yang bisa dan mungkin bisa kuambil lalu kujalani.

Semua terlihat putih.

Semua terlihat biasa saja.

Namun jauh di dalam sana aku bertabya-tanya.

Tak ada yang bisa menjawabnya selain diriku sendri.

Ya hanya diriku sendirilah yang bisa menjawabnya.


Suatu hal yang bodoh.


Besok merupakan hari pertama untuk semester baru. Seperti biasa aku berkata kepada diriku senidir untuk terus berusaha yang terbaik dan meraih nilai yang terbaik. Tapi kusadari seiring berjalannya waktu, aku kadang lupa dan walaupun aku ingat, aku malah tidak melakukannya dengan maksimal.

Semester ini aku harus bisa berjuang sekaligus bertahan. Ini semua demi masa depanku sendiri dan agar dapat membahagiakan kedua orangtuaku.

Aku harus semangat.

Yah hwaiting wahai diriku..


Published with Blogger-droid v2.0.4